Rabu, 11 Oktober 2023

HAK MENYATAKAN PENDAPAT

 

Ahmad Agus Bahauddin

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا ۗ كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

          (Yaitu) orang-orang yang memecah-belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.(QS 30 Ar-Rum : 32)

  وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ

          Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia akan menjadikan manusia umat yang satu. Namun, mereka senantiasa berselisih (dalam urusan agama). (QS 11 Hud : 118).

Penjelasan :

1.    Jika Allah menghendaki, Ia jadikan manusia satu umat saja.

2.    Kebijaksanaan Tuhan, justru menciptakan manusia beberapa golongan, suku, bangsa, dan agama.

3.    Perbedaan-perbedaan tersebut adalah kebijaksanaan Allah swt, agar dapat memahami kehendak Allah sebaik-baiknya, yaitu sikap toleransi terhadap agama-agama tersebut karena dalam agama terkandung pengertian pendapat, sebagai konsekuensi logis Laa Ikraha Fiddin (tidak ada paksaan dalam agama) harus bersikap toleran terhadap berbagai keyakinan dan pendapat yang berbeda-beda.

4.    Bagi penguasa harus melindungi hak seseorang menyatakan pendapatnya sesuai keyakinannya meskipun pendapat tersebut tidak sama dengan pendapat penguasa.

5.    Perselisihan adalah tabiat manusia, harus dijaga agar bersifat berlomba-lomba dalam mengamalkan kebaikan dalam batas-batas akhlaqul karimah dan hukum.

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ

جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

         Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 2 Al-Baqarah : 148)

 

6.    Karena perbedaan-perbedaan ini kebijaksanaan dan kehendak Allah swt, di sinilah letak kepuasan batin manusia.

7.    Persamaan tabiat manusia terletak dalam mengakui dan menerima perbedaan-perbedaan tersebut.

8.    Persamaan kebalikan dari perbedaan. Dalam tata pergaulan kemasyarakatan dua kata tersebut saudara kembar, tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena itu diperlukan toleransi : hormat menghormati, harga menghargai, saling memberi dan menerima, saling membantu, dengan kata lain ada hubungan interdependensi (saling ketergantungan).

Wallahu A’lamu Bishshawab

 

 

         

        

0 comments:

Posting Komentar