Ahmad
Agus Bahauddin
مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا ۗ كُلُّ
حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ
(Yaitu)
orang-orang yang memecah-belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga
dengan apa yang ada pada mereka.(QS 30 Ar-Rum : 32)
وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا
يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ
Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia akan menjadikan
manusia umat yang satu. Namun, mereka senantiasa berselisih (dalam urusan
agama). (QS 11 Hud : 118).
Penjelasan :
1. Jika Allah menghendaki, Ia jadikan manusia
satu umat saja.
2. Kebijaksanaan Tuhan, justru menciptakan
manusia beberapa golongan, suku, bangsa, dan agama.
3. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah kebijaksanaan
Allah swt, agar dapat memahami kehendak Allah sebaik-baiknya, yaitu sikap
toleransi terhadap agama-agama tersebut karena dalam agama terkandung
pengertian pendapat, sebagai konsekuensi logis Laa Ikraha Fiddin (tidak ada
paksaan dalam agama) harus bersikap toleran terhadap berbagai keyakinan dan
pendapat yang berbeda-beda.
4. Bagi penguasa harus melindungi hak
seseorang menyatakan pendapatnya sesuai keyakinannya meskipun pendapat tersebut
tidak sama dengan pendapat penguasa.
5. Perselisihan adalah tabiat manusia, harus
dijaga agar bersifat berlomba-lomba dalam mengamalkan kebaikan dalam
batas-batas akhlaqul karimah dan hukum.
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ
مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ
جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Bagi
setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah
kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan
mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 2 Al-Baqarah : 148)
6. Karena perbedaan-perbedaan ini
kebijaksanaan dan kehendak Allah swt, di sinilah letak kepuasan batin manusia.
7. Persamaan tabiat manusia terletak dalam
mengakui dan menerima perbedaan-perbedaan tersebut.
8. Persamaan kebalikan dari perbedaan. Dalam
tata pergaulan kemasyarakatan dua kata tersebut saudara kembar, tidak dapat
dipisahkan satu sama lain, karena itu diperlukan toleransi : hormat
menghormati, harga menghargai, saling memberi dan menerima, saling membantu,
dengan kata lain ada hubungan interdependensi (saling ketergantungan).
Wallahu A’lamu Bishshawab
0 comments:
Posting Komentar