Kamis, 06 April 2023

MENGINGATKAN KORUPTOR MEMAHAMI HAKIKAT KEMATIAN

 




Ahmad Agus Bahauddin

         Ingatlah wahai koruptor, bahwa kematian merupakan rahasia Allah SWT melalui Malaikat Izrail yang kadang-kadang penampilannya seperti gembel, seorang yang ramah, terkadang bengis, lemah lembut dan rupa-rupa yang lain. Perhatikan wahai koruptor bahwa manusia di dunia ini dibagi menjadi  dua jenis manusia, pertama, manusia yang hanya semata-mata melihat kenikmatan dunia, mengharapkan perpanjangan usianya, kedua, manusia bijak yang selalu memikirkan tempat kembalinya setelah berakhir dari dunia menuju alam kubur. Manusia jenis kedua ini berfikir bagaimana dapat berhasil lolos dari dunia, sedangkan keimanannya selamat ketika masuk alam kubur, bekal apa yang dibawa nanti ke alam kubur, dosa apa yang ditinggalkan kepada musuh-musuhnya, apakah meninggalkan dendam. Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh makhluk, dan lebih wajib lagi penguasa dan penghuni dunia karena mengusik hati rakyat, mengirim pasukan untuk mengancam, menakut-nakuti, dan membuat was-was hati rakyat, maka sesungguhnya di sisi Allah ada Izrail yang setiap orang tidak akan bisa lolos dari pencariannya.

          Bila pasukan raja bisa disogok-sogok dengan emas, perak, dan uang namun Izrail tidak bisa disogok dengan apapun karena Izrail tidak butuh kekayaan bersifat materi, yang Izrail cari hanyalah ruh manusia karena perintah Allah SWT. Setiap pasukan raja bisa mengasihani, mendzalimi, menyengsarakan, dan menindas rakyatnya, bisa saja para pejabat negara mengeruk kekayaan negara, merampok harta rakyat, yang menurut Mahfudz MD, bahwa korupsi di era reformasi semakin parah merajalela di semua lini, lembaga-lembaga negara, pemerintahan, dan partai-partai besar. Namun tidak ada yang bisa lepas ketika Izrail sudah datang mencabut nyawa manusia.

       Apakah koruptor ingat ketika melakukan korupsi akan kematian yang datangnya sekonyong-konyong tanpa pemberitahuan sebelumnya, maka setiap orang seharusnya menyiapkan diri insaf di setiap waktu kapanpun Izrail dating, sebagaimana kisah di bawah ini. Pasukan raja bisa mengulur waktu sehari, satu malam atau satu jam untuk menghukum seseorang, sedangkan Izrail sebaliknya tidak menunda-nunda tugasnya. Begitu banyak kisah-kisah tentang Malaikat Izrail di antaranya kisah Wahb bin Munabbih.

         Wahb bin Munabbih adalah salah seorang pendeta Yahudi yang telah masuk Islam. Tatkala menjadi raja, Wahb berjalan bersama keluarga dan pasukannya, memperlihatkan kekayaan, kemegahan kerajaannya, berbaris rapi agar rakyat melihat kekuasaannya. Wahb memerintahkan prajuritnya agar memakai baju kemegahan, kuda yang paling bagus, prajurit militant yang mengendarai armadanya, sang raja memakai kalung yang terbuat dari permata, Wahb menginjak kuda dan menarik pelananya, berlagak sombong, padahal hanya Allah SWT yang paling berhak takabbur dan sombong sebagai Tuhan yang Maha Agung, Maha Besar, yang tidak bisa diteladani makhluknya.

        Di tengah-tengah kesombongannya Iblispun datang meletakkan mulutnya di hidung raja itu, meniupkan kesombongan pada hidungnya, hingga ia mengatakan siapa yang lebih alim dariku. Maka jadilah ia berlomba-lomba dalam kesombongan, ia tidak bisa melihat mata hatinya, pendengaran dan matanya seorangpun karena kesombongan dan hartanyanya menutup mata batinnya. Bukankah pendengaran, penglihatan, dan mata hatinya kelak akan dipertanggung jawaban di hadapan Allah SWT di kemudian hari kelak. Kemudian berdirilah di hadapannya seorang yang memakai baju gembel mengucap salam kepadanya, namun ia tidak menjawabnya, padahal itu Izrail pencabut nyawa.

         Kemudian Izrail memegang tali pelana kuda sang raja, lalu sang raja berkata dengan sombongnya, singkirkanlah tanganmu dari kudaku, kamu tidak mengetahui berapa harga pelana yang kamu pegang itu. Orang tersebut yang ternyata Malaikat Izrail yang menyamar menjadi gembel, karena kesombongannya mata raja tertutup keduniaan tidak mengetahui bahwa itu Izrail sambil berkata, Saya ada perlu denganmu wahai raja. Kemudian sang raja berkata, tunggu sampai aku turun dari kudaku. Lalu Izrail berkata, keperluanku sekarang, bukan nanti dengan nada geram. Sang raja bertanya, sebutkan hajatmu. Izrail menjawab, sesungguhnya itu rahasia, aku akan bisikan kepadamu. Kemudian sang raja menjulurkan telinganya, maka Izrail  berkata, Aku ingin mencabut nyawamu. Seketika itu sang raja memohon, tundalah sampai aku pulang ke rumah mengantarkan istri dan anakku. Izrail itu berkata lagi, sekali-kali tidak, karena umurmu telah usai. Malaikat Izrailpun segera mencabut nyawanya dalam keadaan sombong. Inilah yang seharusnya dikhawatirkan Koruptor, na’udzubillah min dzalik

         Di tempat yang berbeda, suatu hari Malaikat Izrail mendatangi seorang pria shaleh dan Allah telah ridha padanya. Sang Malaikat mengucap salam kepada pria shaleh itu, kemudian berkata, Aku mempunyai hajat kepadamu, pria shaleh itu menjawab, sebutlah hajatmu, lalu pria itu menjawab, hajatku sangatlah rahasia, saya akan membisikkan kupingmu. Pria shaleh itu menjulurkan kupingnya, lalu berkata : Aku hendak mencabut nyawamu. Pria itu senang dan berkata : Selamat datang Izrail, aku sudah lama menunggumu, sudah lama aku menantimu, aku telah rindu dengan kedatanganmu.

          Malaikat maut berkata, jika kamu punya hajat selain hajatku kata Izrail, maka selesaikanlah dahulu. Pria shaleh itu menjawab, aku tidak memiliki hajat yang lebih penting dari pada hajatmu, Malaikat maut dengan nada bertanya, cara apa yang kamu inginkan untuk mencabut nyawamu. Pria shaleh itu mengatakan, setelah aku berwudhu, shalat hingga aku bersujud maka cabutlah nyawaku, Malaikat mautpun melakukannya.

Wallahu A’lam Bishshawab.               

          

                

0 comments:

Posting Komentar