Senin, 08 Mei 2023

MEMBANGUN MANUSIA KREATIF, INOVATIF, PRODUKTIF DAN PRESTATIF

 


Ahmad Agus Bahauddin


وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ - ١٠٥

            Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya  dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yan gaib dan   yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS 9 at-Taubah : 105)

 Ada sebuah fenomena sosial yang menarik untuk kita cemati terkait banyaknya para pengemis yang sering kita lihat antriannya dating ke rumah-rumah, di tengah jalan, maupun yang sudah memiliki jadwal rutin pada hari jumat ketika para jamaah selesai melaksanakan shalat jumat. Mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah. Anehnya hal ini bukanlah suatu hal yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam, mungkin karena selalu mendapat santuan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya mendapatkan pekerjaan ini sehingga profesi sebagai pengemis pun menjamur di mama-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. Bahkan lebih mengejutkan lagi adanya berita di media masa tentang seseorang yang kaya raya di desanya yang ternyata profesi sesungguhnya adalah menjadi pengemis di kota-kota besar. Tentu bukan ini yang diharapkan Islam, namun kerja keras yang halal melalui etos kerja muslim.

            Bagaimana mungkin dapat melaksanakan rukun Islam yang lima kalau tidak kaya. Mengucapkan dua kalimat syahadat memang tidak membutuhkan biaya, tetapi rukun Islam yang lain membutuhkan biaya meskipun sedikit. Untuk memenuhi itu apakah harus menunggu belas kasihan orang lain, bahkan untuk beribadah haji apakah harus menunggu ada orang yang memberangkatkan ibadah haji. Dalam al-Quran hanya ada perintah shalat dan membayar zakat, bukan meminta zakat, yang berarti ummat Islam diperintah oleh Allah swt agar menjadi kaya.

             Bukankah Rasulullah saw pada awalnya sebagai orang miskin, kemudian diberi kekayaan oleh Allah swt untuk berjuang di jalan Allah. Setiap pribadi muslim harus meyakini bahwa nilai iman akan terasa hikmahnya jika secara nyata dimanifestasikan dalam amal saleh dan tindakan  kreatif dan prestatif. Iman idealnya memancar dari pribadi dan ummat terbaik. Iman tidak cukup diterjemahkan dengan hanya percaya kepada Allah, setanpun percaya kepada Allah, bahkan setan bertemu Allah pada saat diminta untuk menghormati Nabi Adam yang berujung pada pembangkangan setan kepada Allah swt.

        Setiap muslim harus menyadari kedudukan dan perannya dalam hidup dan kehidupan di dunia. Allah swt tidak semata-mata menciptakan manusia di dunia kecuali memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi ummat di dunia ini, memiliki arti sebagai bekal kelak di akhirat. Hidup bukan sekedar lahir ke dunia tanpa misi dan tujuan.

         Bekerja dan berhasil merupakan manifestasi keimanan kepada Allah swt. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi : Agar belajar sampai ke negeri Cina. Kita harus mengetahui seluk beluk dan kiat-kiat bangsa Cina kesuksesan. Dengan kesuksesan bisa berbuat banyak dan beribadah banyak.

       Negeri Cina yang dulu disebut Tiongkok, dirubah bentuk kerajaannya oleh Dokter Sun Yat Sen menjadi Republik pada tahun 1911. Seluruh wilayah Cina berhasil disatukan oleh Jenderal Chiang Kai Shek (1928). Sejak tahun 1998 Mao Ze Dong tak ketinggalan melakukan kebijakan radikal dengan menggalang pemuda dan petani sebagai kekuatan pokok revolusi nasional Cina. Puncaknya adalah dengan proklamasi Republik Rakyat Cina (RRC).

          Tiongkok dahulu sebuah negara yang telah dipengaruhi peradaban Islam. Buktinya antara lain pakaian silat orang-orang Cina perempuan rata-rata menutupi tubuhnya kemungkinan diadaptasi dari pakaian muslimah yang serba tertutup. Dalam cerita-cerita silat Cina yang diperebutan selalu kitab yang bisa ditafsirkan sebagai ilmu. Jadi bangsa Cina adalah bangsa yang senang mencari ilmu. Dari dulu mereka memang telah mencintai ilmu khususnya ilmu bela diri di dalamnya syarat dengan nilai-nilai kebenaran.

         Pada masa pra komunis, orang-orang muslim mendakwahkan Islam ke Cina dengan mempertahankan akhlak mulia. Mereka sedikit demi sedikit menyambut baik datangnya Islam. Sampai sekarang ada kurang lebih 75 juta penduduk muslim di Cina.

        Cina sejak dulu telah menjadi pusat peradaban kuno di Asia. Hal itu menunjukkan betapa bangsa Cina menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Adapun ungkapan tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina adalah tepat sebab di Cina banyak berkembang ilmu pengetahuan dari berbagai bidang seperti pengobatan alternatif dan bisnis.

        Bagi kalangan muda kita, di negeri Cina akan menemukan pelajaran berharga tentang konsep bisnis dan aplikasinya. Salah seorang penulis mengisahkan pengalamannya ketika melakukan perjalanan bisnis ke negeri Cina.

        Pada suatu siang, sekedar untuk melepas lelah sejenak penulis tersebut mampir di sebuah kedai teh khas Cina. Penulis tersebut memang sangat gemar meminum teh karena alasan kesehatan yang didapat dari khasiat teh tersebut. Kedai teh khas Cina itu berlokasi di China World Shopping Mall. Tempat pembelanjaan mewah di kota Beijing yang juga menjual berbagai barang bermerek.

         Di kedai teh khas Cina itu terdapat empat orang wanita cantik yang masih sangat muda sebagai pelayan. Satu orang bertugas berdiri di depan kedai untuk menyambut para tamu, satu orang duduk di depan para tamu untuk mengolah teh yang diminta para tamu, satu orang berdiri di depan kasir dan orang terakhir memainkan sejenis kecapi Cina.

       Suasana khas Cina yang dikemas tersebut membuat para tamu seperti diajak membayangkan suasana pedesaan Cina yang dihiasi kebun teh. Penanganannya memang tidak terlalu istimewa tetapi yang lebih menarik adalah keterlibatan anak-anak muda Cina dalam mengenal bisnis dan menerapkannya. Ekonomi itulah yang menjadi perhatian, pembicaraan, dan kegiatan masyarakat Cina. Jadi bukan politik, apalagi politik praktis.

           Pertumbuhan ekonomi Cina memang mengagumkan. Menurut penulis tersebut di negeri itu kunci keberhasilan Cina adalah semua orang berbicara dengan bahasan yang sama, yaitu bagaimana memajukan perekonomian negara. Pemerintah Cina pun mendorong masyarakatnya melakukan berbagai kegiatan ekonomi.

         Selain etos kerja keras dan produktivitas yang tinggi yang dimiliki bangsa Cina gaya hidup masyarakat masyarakatnya pun sebenarnya biasa-biasa saja. Kemajuan ekonomi Cina yang sangat pesat tidak harus membuat mereka mengubah kebiasaan hidup secara drastis. Di negeri ini masih ada wanita yang menggunakan daster pada saat sarapan pagi di sebuah hotel berbintang.

        Oleh karena itu, untuk mendukung perekonomian masyarakat, Pemerintah Cina menyediakan aturan dan berbagai kemudahan. Perizinan yang selalu selesai dalam waktu dua hari. Sikap pemerintah Cina dari tingkat pusat hingga daerah sangat terbuka terhadap para pebisnis asing yang dating ke negerinya. Para pejabat pemerintah di Cina memperlakukan tamu-tamu laksana menyambut kedatangan raja-raja atau pahlawan. Mereka menyambangi para calon investor langsung di bandara, kemudian mentraktir makan di restoran nomor satu dengan menawarkan puluhan menu istimewa.

A.    Berbagai Ilmu yang Bermanfaat Lahir di Negeri Cina

          Untuk menuliskan berbagai macam hasanah ilmu, kertas menjadi barang yang tidak bisa dipisahkan dari ilmu pengetahuan. Kertas adalah media yang efektif untuk berbagai macam kepentingan penulisan. Kertas pertama kali ditemukan oleh orang cina. Obat-obatan yang sekarang  dikembangkan oleh bangsa Eropa juga pertama kali ditemukan oleh orang-orang Cina. Bangsa Cina banyak melahirkan berbagai macam obat yang bisa digunakan sebagai penyembuhan berbagai penyakit atau juga dalam merawat daya tahan tubuh. Tulisan tertua juga adalah tulisan Cina. Bahwa tulisan merupakan wahana keilmuan yang semakin berkembang. Dengan ditemukannya tulisan tertua tersebut menunjukkan bahwa Cina merupakan sebuah bangsa yang telah maju ilmu pengetahuannya berabad-abad lalu.

         Cina juga lebih dulu menemukan teknologi pengolahan tanah di sektor pertanian. Dengan pengetahuan cara pemanfaatan bisa membawa manusia lebih sejahtera karena ada hasil panen pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam ilmu kelautan, konon nenek moyang bangsa Cina pergi ke tanah Jawa dengan naik kapal Jung, yang mereka sebut Wakang cun. Bagian kapal Wakang cun itu biasa mereka cat dengan warna hijau. Apabila angin laut Cina Selatan sedang buruk, pelayaran ke Jawa saat itu bisa memakan waktu sampai setengah tahun. Di jung-jung paling banyak memuat sekitar 20 penumpang hanya tersedia beberapa guci air tawar.

         Disamping kerja keras dan keuletan perjuangan mereka dalam mengarungi laut, mereka telah dibekali pula ilmu tentang pelayaran atau navigasi dan ilmu membaca bintang atau ilmu falak.

         Fengshui atau ilmu tata letak rumah, juga telah lahir di negeri Cina, adalah ilmu keseimbangan Chai (angin) di lingkungan yang didiami. Pada fengshui diperlukan juga ilmu matematis yang mengatur tata letak rumah dan kantor. Tujuannya menjadikan rumah nyaman untuk ditempati dan memenuhi kelayakan Kesehatan. Fengshui sekarang telah banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai mistis saja, yakni lebih banyak bersifat ramalan yang diwarnai klenik atau kemusyrikan. Ilmu strategi perang yang dikenal dengan ajaran Sun Tzu juga juga terlahir pula di negeri ini.

B.     Sebagian Besar Orang Cina Kaya

         Jika masuk ke pemukiman yang banyak tersebar di negeri ini, terutama di wilayah perkotaan, akan menemukan rumah-rumah yang mentereng, besar-besar dan bagus-bagus. Namun apabila memasuki pemukiman muslim Nampak rumah-rumah yang beraneka ragam termasuk rumah-rumah kumuh. Pengemis yang kita jumpai jarang berasal dari orang Cina. Bahkan sampai saat ini jarang ditemukan penghuni kolong jembatan atau para tunawisma. Hal tersebut merupakan realita.

C.     Muslim Harus Kaya Agar Bisa Berbuat Banyak

         Di Cina ada penggalan kalimat zhi fu shi guangrong (jangan malu menjadi kaya, kejarlah kekayaan, dan pamerkan kekayaan) yang jadi semboyan bangsa Cina. Semboyan tersebut sekarang digelorakan di seantero negeri. Islam pun tidak mengajarkan ummatnya menjadi miskin. Justru Islam mengajarkan agar ummat muslim berikhtiar menjadi ummat yang kaya. Banyak sekali aktivitas ibadah dalam Islam yang membutuhkan dana material. Islam tidak menghendaki ummat muslim hanya sedikit dalam berbuat kebajikan. Bagi ummat Islam di dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam pahala sebanyak-banyaknya dan kelak di akhirat adalah masa panennya. Artinya ummat muslim harus kaya agar bisa berbuat banyak dan bermanfaat muslim yang lain yang serba kekurangan.

         Seorang muslim harus kaya karena terkait dengan kewajiban membayar zakat, menunaikan ibadah haji, membantu sesame yang membutuhkan, seperti melalui sedekah, infaq dan wakaf. Amal yang banyak akan semakin baik. Tabungan amal shaleh yang banyak akan mengantarkan kebahagiaan kelak di akhirat.

          Jadi yang harus dijadikan motivasi bagi seorang muslim untuk menjadi kaya adalah berbuat banyak bagi ummat sesuai nilai-nilai syariat Islam. Adapun perilaku menumpuk-numpuk harta dan sombong dengan kekayaan yang diperoleh, jangan sekali-kali menjadi motivasi bagi seorang muslim dalam mengejar kekayaan.

         Contoh sederhananya, yakni dengan menunda-nunda ibadah haji meskipun telah mampu tiadanya alasan yang bisa diterima oleh amal ibadah dengan alasan. Menunda-nunda tersebut sayang mengeluarkan sejumlah uang guna menunaikan ibadah haji. Prinsip hidup yang sudah merasa puas dengan telah terpenuhinya kebutuhan makan sehari-hari saja, bukan prinsip hidup seorang muslim. Hidup bukan untuk makan saja, meskipun makannya seorang muslim yang beriman bisa bernilai ibadah.

         Lebih jauh dari itu, penegakan hukum Allah di atas bumi ini membutuhkan pengorbanan harta kekayaan yang besar. Hal tersebut merupakan tugas sekaligus PR bagi hidup seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk diselesaikan. Dengan demikian banyak orang Cina kaya dan berhasil dalam bisnis dari perspektif muslim adalah :

1.      Adanya himbauan Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina,

2.      Pekerja Keras

3.       Tangguh, dan Pantang Menyerah,

4.      Prihatin sebagai motivasi Perjuangan,

5.      Menjaga Kepercayaan,

6.       Saling mendukung,

7.      Pernah Tertekan dan Bangkrut,

8.      Mentalitas kaum perantauan,

9.      Percaya diri,

10.  Semua itu ada dalam etos kerja muslim.

11.  Menyempurnakan rahasia dengan nafas Islam.

12.  Seimbang dunia akhirat

Wallahu A’lamu Bishshawab.

        


0 comments:

Posting Komentar