Ahmad Agus Bahauddin
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ
عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ
الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ - ١٠٥
Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yan gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS 9 at-Taubah : 105)
Ada sebuah fenomena
sosial yang menarik untuk kita cemati terkait banyaknya para pengemis yang
sering kita lihat antriannya dating ke rumah-rumah, di tengah jalan, maupun
yang sudah memiliki jadwal rutin pada hari jumat ketika para jamaah selesai
melaksanakan shalat jumat. Mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang
untuk dimintai sedekah. Anehnya hal ini bukanlah suatu hal yang tabu lagi bagi
kalangan ummat Islam, mungkin karena selalu mendapat santuan yang sudah dapat
menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya mendapatkan
pekerjaan ini sehingga profesi sebagai pengemis pun menjamur di mama-mana
bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. Bahkan lebih mengejutkan lagi
adanya berita di media masa tentang seseorang yang kaya raya di desanya yang
ternyata profesi sesungguhnya adalah menjadi pengemis di kota-kota besar. Tentu
bukan ini yang diharapkan Islam, namun kerja keras yang halal melalui etos
kerja muslim.
Bagaimana mungkin dapat
melaksanakan rukun Islam yang lima kalau tidak kaya. Mengucapkan dua kalimat
syahadat memang tidak membutuhkan biaya, tetapi rukun Islam yang lain
membutuhkan biaya meskipun sedikit. Untuk memenuhi itu apakah harus menunggu
belas kasihan orang lain, bahkan untuk beribadah haji apakah harus menunggu ada
orang yang memberangkatkan ibadah haji. Dalam al-Quran hanya ada perintah
shalat dan membayar zakat, bukan meminta zakat, yang berarti ummat Islam diperintah
oleh Allah swt agar menjadi kaya.
Bukankah Rasulullah saw pada
awalnya sebagai orang miskin, kemudian diberi kekayaan oleh Allah swt untuk
berjuang di jalan Allah. Setiap pribadi muslim harus meyakini bahwa nilai iman
akan terasa hikmahnya jika secara nyata dimanifestasikan dalam amal saleh dan
tindakan kreatif dan prestatif. Iman
idealnya memancar dari pribadi dan ummat terbaik. Iman tidak cukup
diterjemahkan dengan hanya percaya kepada Allah, setanpun percaya kepada Allah,
bahkan setan bertemu Allah pada saat diminta untuk menghormati Nabi Adam yang
berujung pada pembangkangan setan kepada Allah swt.
Setiap muslim harus menyadari kedudukan
dan perannya dalam hidup dan kehidupan di dunia. Allah swt tidak semata-mata
menciptakan manusia di dunia kecuali memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi
ummat di dunia ini, memiliki arti sebagai bekal kelak di akhirat. Hidup bukan
sekedar lahir ke dunia tanpa misi dan tujuan.
Bekerja dan berhasil merupakan
manifestasi keimanan kepada Allah swt. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi : Agar
belajar sampai ke negeri Cina. Kita harus mengetahui seluk beluk dan kiat-kiat
bangsa Cina kesuksesan. Dengan kesuksesan bisa berbuat banyak dan beribadah
banyak.
Negeri Cina yang dulu disebut Tiongkok,
dirubah bentuk kerajaannya oleh Dokter Sun Yat Sen menjadi Republik pada tahun
1911. Seluruh wilayah Cina berhasil disatukan oleh Jenderal Chiang Kai Shek (1928).
Sejak tahun 1998 Mao Ze Dong tak ketinggalan melakukan kebijakan radikal dengan
menggalang pemuda dan petani sebagai kekuatan pokok revolusi nasional Cina.
Puncaknya adalah dengan proklamasi Republik Rakyat Cina (RRC).
Tiongkok dahulu sebuah negara yang
telah dipengaruhi peradaban Islam. Buktinya antara lain pakaian silat
orang-orang Cina perempuan rata-rata menutupi tubuhnya kemungkinan diadaptasi
dari pakaian muslimah yang serba tertutup. Dalam cerita-cerita silat Cina yang
diperebutan selalu kitab yang bisa ditafsirkan sebagai ilmu. Jadi bangsa Cina
adalah bangsa yang senang mencari ilmu. Dari dulu mereka memang telah mencintai
ilmu khususnya ilmu bela diri di dalamnya syarat dengan nilai-nilai kebenaran.
Pada masa pra komunis, orang-orang
muslim mendakwahkan Islam ke Cina dengan mempertahankan akhlak mulia. Mereka
sedikit demi sedikit menyambut baik datangnya Islam. Sampai sekarang ada kurang
lebih 75 juta penduduk muslim di Cina.
Cina sejak dulu telah menjadi pusat
peradaban kuno di Asia. Hal itu menunjukkan betapa bangsa Cina menjunjung
tinggi ilmu pengetahuan. Adapun ungkapan tuntutlah ilmu walau ke negeri
Cina adalah tepat sebab di Cina banyak berkembang ilmu pengetahuan dari
berbagai bidang seperti pengobatan alternatif dan bisnis.
Bagi kalangan muda kita, di negeri Cina
akan menemukan pelajaran berharga tentang konsep bisnis dan aplikasinya. Salah
seorang penulis mengisahkan pengalamannya ketika melakukan perjalanan bisnis ke
negeri Cina.
Pada suatu siang, sekedar untuk melepas
lelah sejenak penulis tersebut mampir di sebuah kedai teh khas Cina. Penulis
tersebut memang sangat gemar meminum teh karena alasan kesehatan yang didapat
dari khasiat teh tersebut. Kedai teh khas Cina itu berlokasi di China
World Shopping Mall. Tempat pembelanjaan mewah di kota Beijing yang
juga menjual berbagai barang bermerek.
Di kedai teh khas Cina itu terdapat
empat orang wanita cantik yang masih sangat muda sebagai pelayan. Satu orang
bertugas berdiri di depan kedai untuk menyambut para tamu, satu orang duduk di
depan para tamu untuk mengolah teh yang diminta para tamu, satu orang berdiri
di depan kasir dan orang terakhir memainkan sejenis kecapi Cina.
Suasana khas Cina yang dikemas
tersebut membuat para tamu seperti diajak membayangkan suasana pedesaan Cina
yang dihiasi kebun teh. Penanganannya memang tidak terlalu istimewa tetapi yang
lebih menarik adalah keterlibatan anak-anak muda Cina dalam mengenal bisnis dan
menerapkannya. Ekonomi itulah yang menjadi perhatian, pembicaraan, dan kegiatan
masyarakat Cina. Jadi bukan politik, apalagi politik praktis.
Pertumbuhan ekonomi Cina memang
mengagumkan. Menurut penulis tersebut di negeri itu kunci keberhasilan Cina
adalah semua orang berbicara dengan bahasan yang sama, yaitu bagaimana
memajukan perekonomian negara. Pemerintah Cina pun mendorong masyarakatnya
melakukan berbagai kegiatan ekonomi.
Selain etos kerja keras dan
produktivitas yang tinggi yang dimiliki bangsa Cina gaya hidup masyarakat
masyarakatnya pun sebenarnya biasa-biasa saja. Kemajuan ekonomi Cina yang
sangat pesat tidak harus membuat mereka mengubah kebiasaan hidup secara drastis.
Di negeri ini masih ada wanita yang menggunakan daster pada saat sarapan pagi
di sebuah hotel berbintang.
Oleh karena itu, untuk mendukung
perekonomian masyarakat, Pemerintah Cina menyediakan aturan dan berbagai
kemudahan. Perizinan yang selalu selesai dalam waktu dua hari. Sikap pemerintah
Cina dari tingkat pusat hingga daerah sangat terbuka terhadap para pebisnis
asing yang dating ke negerinya. Para pejabat pemerintah di Cina memperlakukan
tamu-tamu laksana menyambut kedatangan raja-raja atau pahlawan. Mereka
menyambangi para calon investor langsung di bandara, kemudian mentraktir makan
di restoran nomor satu dengan menawarkan puluhan menu istimewa.
A.
Berbagai Ilmu yang Bermanfaat Lahir
di Negeri Cina
Untuk menuliskan berbagai macam
hasanah ilmu, kertas menjadi barang yang tidak bisa dipisahkan dari ilmu
pengetahuan. Kertas adalah media yang efektif untuk berbagai macam kepentingan
penulisan. Kertas pertama kali ditemukan oleh orang cina. Obat-obatan yang
sekarang dikembangkan oleh bangsa Eropa juga
pertama kali ditemukan oleh orang-orang Cina. Bangsa Cina banyak melahirkan
berbagai macam obat yang bisa digunakan sebagai penyembuhan berbagai penyakit
atau juga dalam merawat daya tahan tubuh. Tulisan tertua juga adalah tulisan
Cina. Bahwa tulisan merupakan wahana keilmuan yang semakin berkembang. Dengan
ditemukannya tulisan tertua tersebut menunjukkan bahwa Cina merupakan sebuah
bangsa yang telah maju ilmu pengetahuannya berabad-abad lalu.
Cina juga lebih dulu menemukan
teknologi pengolahan tanah di sektor pertanian. Dengan pengetahuan cara
pemanfaatan bisa membawa manusia lebih sejahtera karena ada hasil panen
pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam ilmu kelautan,
konon nenek moyang bangsa Cina pergi ke tanah Jawa dengan naik kapal Jung, yang
mereka sebut Wakang cun. Bagian kapal Wakang cun itu biasa mereka cat dengan
warna hijau. Apabila angin laut Cina Selatan sedang buruk, pelayaran ke Jawa
saat itu bisa memakan waktu sampai setengah tahun. Di jung-jung paling banyak
memuat sekitar 20 penumpang hanya tersedia beberapa guci air tawar.
Disamping kerja keras dan keuletan
perjuangan mereka dalam mengarungi laut, mereka telah dibekali pula ilmu
tentang pelayaran atau navigasi dan ilmu membaca bintang atau ilmu falak.
Fengshui atau ilmu tata letak rumah,
juga telah lahir di negeri Cina, adalah ilmu keseimbangan Chai (angin) di
lingkungan yang didiami. Pada fengshui diperlukan juga ilmu matematis yang
mengatur tata letak rumah dan kantor. Tujuannya menjadikan rumah nyaman untuk
ditempati dan memenuhi kelayakan Kesehatan. Fengshui sekarang telah banyak
dipengaruhi oleh nilai-nilai mistis saja, yakni lebih banyak bersifat ramalan
yang diwarnai klenik atau kemusyrikan. Ilmu strategi perang yang dikenal dengan
ajaran Sun Tzu juga juga terlahir pula di negeri ini.
B.
Sebagian Besar Orang Cina Kaya
Jika masuk ke
pemukiman yang banyak tersebar di negeri ini, terutama di wilayah perkotaan, akan
menemukan rumah-rumah yang mentereng, besar-besar dan bagus-bagus. Namun
apabila memasuki pemukiman muslim Nampak rumah-rumah yang beraneka ragam
termasuk rumah-rumah kumuh. Pengemis yang kita jumpai jarang berasal dari orang
Cina. Bahkan sampai saat ini jarang ditemukan penghuni kolong jembatan atau
para tunawisma. Hal tersebut merupakan realita.
C.
Muslim Harus Kaya Agar Bisa Berbuat
Banyak
Di Cina ada penggalan kalimat zhi
fu shi guangrong (jangan malu menjadi kaya, kejarlah kekayaan, dan
pamerkan kekayaan) yang jadi semboyan bangsa Cina. Semboyan tersebut sekarang
digelorakan di seantero negeri. Islam pun tidak mengajarkan ummatnya menjadi
miskin. Justru Islam mengajarkan agar ummat muslim berikhtiar menjadi ummat
yang kaya. Banyak sekali aktivitas ibadah dalam Islam yang membutuhkan dana
material. Islam tidak menghendaki ummat muslim hanya sedikit dalam berbuat
kebajikan. Bagi ummat Islam di dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam
pahala sebanyak-banyaknya dan kelak di akhirat adalah masa panennya. Artinya
ummat muslim harus kaya agar bisa berbuat banyak dan bermanfaat muslim yang
lain yang serba kekurangan.
Seorang muslim harus kaya karena
terkait dengan kewajiban membayar zakat, menunaikan ibadah haji, membantu
sesame yang membutuhkan, seperti melalui sedekah, infaq dan wakaf. Amal yang
banyak akan semakin baik. Tabungan amal shaleh yang banyak akan mengantarkan
kebahagiaan kelak di akhirat.
Jadi yang harus dijadikan motivasi
bagi seorang muslim untuk menjadi kaya adalah berbuat banyak bagi ummat sesuai
nilai-nilai syariat Islam. Adapun perilaku menumpuk-numpuk harta dan sombong
dengan kekayaan yang diperoleh, jangan sekali-kali menjadi motivasi bagi
seorang muslim dalam mengejar kekayaan.
Contoh sederhananya, yakni dengan
menunda-nunda ibadah haji meskipun telah mampu tiadanya alasan yang bisa
diterima oleh amal ibadah dengan alasan. Menunda-nunda tersebut sayang
mengeluarkan sejumlah uang guna menunaikan ibadah haji. Prinsip hidup yang
sudah merasa puas dengan telah terpenuhinya kebutuhan makan sehari-hari saja,
bukan prinsip hidup seorang muslim. Hidup bukan untuk makan saja, meskipun
makannya seorang muslim yang beriman bisa bernilai ibadah.
Lebih jauh dari itu, penegakan hukum
Allah di atas bumi ini membutuhkan pengorbanan harta kekayaan yang besar. Hal
tersebut merupakan tugas sekaligus PR bagi hidup seorang muslim yang beriman
kepada Allah dan hari akhir untuk diselesaikan. Dengan demikian banyak orang
Cina kaya dan berhasil dalam bisnis dari perspektif muslim adalah :
1. Adanya
himbauan Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina,
2. Pekerja
Keras
3. Tangguh, dan Pantang Menyerah,
4. Prihatin
sebagai motivasi Perjuangan,
5. Menjaga
Kepercayaan,
6. Saling mendukung,
7. Pernah
Tertekan dan Bangkrut,
8. Mentalitas
kaum perantauan,
9. Percaya
diri,
10. Semua
itu ada dalam etos kerja muslim.
11. Menyempurnakan
rahasia dengan nafas Islam.
12. Seimbang
dunia akhirat
Wallahu
A’lamu Bishshawab.
Ada sebuah fenomena
sosial yang menarik untuk kita cemati terkait banyaknya para pengemis yang
sering kita lihat antriannya dating ke rumah-rumah, di tengah jalan, maupun
yang sudah memiliki jadwal rutin pada hari jumat ketika para jamaah selesai
melaksanakan shalat jumat. Mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang
untuk dimintai sedekah. Anehnya hal ini bukanlah suatu hal yang tabu lagi bagi
kalangan ummat Islam, mungkin karena selalu mendapat santuan yang sudah dapat
menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya mendapatkan
pekerjaan ini sehingga profesi sebagai pengemis pun menjamur di mama-mana
bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. Bahkan lebih mengejutkan lagi
adanya berita di media masa tentang seseorang yang kaya raya di desanya yang
ternyata profesi sesungguhnya adalah menjadi pengemis di kota-kota besar. Tentu
bukan ini yang diharapkan Islam, namun kerja keras yang halal melalui etos
kerja muslim.
Bagaimana mungkin dapat
melaksanakan rukun Islam yang lima kalau tidak kaya. Mengucapkan dua kalimat
syahadat memang tidak membutuhkan biaya, tetapi rukun Islam yang lain
membutuhkan biaya meskipun sedikit. Untuk memenuhi itu apakah harus menunggu
belas kasihan orang lain, bahkan untuk beribadah haji apakah harus menunggu ada
orang yang memberangkatkan ibadah haji. Dalam al-Quran hanya ada perintah
shalat dan membayar zakat, bukan meminta zakat, yang berarti ummat Islam diperintah
oleh Allah swt agar menjadi kaya.
Bukankah Rasulullah saw pada
awalnya sebagai orang miskin, kemudian diberi kekayaan oleh Allah swt untuk
berjuang di jalan Allah. Setiap pribadi muslim harus meyakini bahwa nilai iman
akan terasa hikmahnya jika secara nyata dimanifestasikan dalam amal saleh dan
tindakan kreatif dan prestatif. Iman
idealnya memancar dari pribadi dan ummat terbaik. Iman tidak cukup
diterjemahkan dengan hanya percaya kepada Allah, setanpun percaya kepada Allah,
bahkan setan bertemu Allah pada saat diminta untuk menghormati Nabi Adam yang
berujung pada pembangkangan setan kepada Allah swt.
Setiap muslim harus menyadari kedudukan
dan perannya dalam hidup dan kehidupan di dunia. Allah swt tidak semata-mata
menciptakan manusia di dunia kecuali memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi
ummat di dunia ini, memiliki arti sebagai bekal kelak di akhirat. Hidup bukan
sekedar lahir ke dunia tanpa misi dan tujuan.
Bekerja dan berhasil merupakan
manifestasi keimanan kepada Allah swt. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi : Agar
belajar sampai ke negeri Cina. Kita harus mengetahui seluk beluk dan kiat-kiat
bangsa Cina kesuksesan. Dengan kesuksesan bisa berbuat banyak dan beribadah
banyak.
Negeri Cina yang dulu disebut Tiongkok,
dirubah bentuk kerajaannya oleh Dokter Sun Yat Sen menjadi Republik pada tahun
1911. Seluruh wilayah Cina berhasil disatukan oleh Jenderal Chiang Kai Shek (1928).
Sejak tahun 1998 Mao Ze Dong tak ketinggalan melakukan kebijakan radikal dengan
menggalang pemuda dan petani sebagai kekuatan pokok revolusi nasional Cina.
Puncaknya adalah dengan proklamasi Republik Rakyat Cina (RRC).
Tiongkok dahulu sebuah negara yang
telah dipengaruhi peradaban Islam. Buktinya antara lain pakaian silat
orang-orang Cina perempuan rata-rata menutupi tubuhnya kemungkinan diadaptasi
dari pakaian muslimah yang serba tertutup. Dalam cerita-cerita silat Cina yang
diperebutan selalu kitab yang bisa ditafsirkan sebagai ilmu. Jadi bangsa Cina
adalah bangsa yang senang mencari ilmu. Dari dulu mereka memang telah mencintai
ilmu khususnya ilmu bela diri di dalamnya syarat dengan nilai-nilai kebenaran.
Pada masa pra komunis, orang-orang
muslim mendakwahkan Islam ke Cina dengan mempertahankan akhlak mulia. Mereka
sedikit demi sedikit menyambut baik datangnya Islam. Sampai sekarang ada kurang
lebih 75 juta penduduk muslim di Cina.
Cina sejak dulu telah menjadi pusat
peradaban kuno di Asia. Hal itu menunjukkan betapa bangsa Cina menjunjung
tinggi ilmu pengetahuan. Adapun ungkapan tuntutlah ilmu walau ke negeri
Cina adalah tepat sebab di Cina banyak berkembang ilmu pengetahuan dari
berbagai bidang seperti pengobatan alternatif dan bisnis.
Bagi kalangan muda kita, di negeri Cina
akan menemukan pelajaran berharga tentang konsep bisnis dan aplikasinya. Salah
seorang penulis mengisahkan pengalamannya ketika melakukan perjalanan bisnis ke
negeri Cina.
Pada suatu siang, sekedar untuk melepas
lelah sejenak penulis tersebut mampir di sebuah kedai teh khas Cina. Penulis
tersebut memang sangat gemar meminum teh karena alasan kesehatan yang didapat
dari khasiat teh tersebut. Kedai teh khas Cina itu berlokasi di China
World Shopping Mall. Tempat pembelanjaan mewah di kota Beijing yang
juga menjual berbagai barang bermerek.
Di kedai teh khas Cina itu terdapat
empat orang wanita cantik yang masih sangat muda sebagai pelayan. Satu orang
bertugas berdiri di depan kedai untuk menyambut para tamu, satu orang duduk di
depan para tamu untuk mengolah teh yang diminta para tamu, satu orang berdiri
di depan kasir dan orang terakhir memainkan sejenis kecapi Cina.
Suasana khas Cina yang dikemas
tersebut membuat para tamu seperti diajak membayangkan suasana pedesaan Cina
yang dihiasi kebun teh. Penanganannya memang tidak terlalu istimewa tetapi yang
lebih menarik adalah keterlibatan anak-anak muda Cina dalam mengenal bisnis dan
menerapkannya. Ekonomi itulah yang menjadi perhatian, pembicaraan, dan kegiatan
masyarakat Cina. Jadi bukan politik, apalagi politik praktis.
Pertumbuhan ekonomi Cina memang
mengagumkan. Menurut penulis tersebut di negeri itu kunci keberhasilan Cina
adalah semua orang berbicara dengan bahasan yang sama, yaitu bagaimana
memajukan perekonomian negara. Pemerintah Cina pun mendorong masyarakatnya
melakukan berbagai kegiatan ekonomi.
Selain etos kerja keras dan
produktivitas yang tinggi yang dimiliki bangsa Cina gaya hidup masyarakat
masyarakatnya pun sebenarnya biasa-biasa saja. Kemajuan ekonomi Cina yang
sangat pesat tidak harus membuat mereka mengubah kebiasaan hidup secara drastis.
Di negeri ini masih ada wanita yang menggunakan daster pada saat sarapan pagi
di sebuah hotel berbintang.
Oleh karena itu, untuk mendukung
perekonomian masyarakat, Pemerintah Cina menyediakan aturan dan berbagai
kemudahan. Perizinan yang selalu selesai dalam waktu dua hari. Sikap pemerintah
Cina dari tingkat pusat hingga daerah sangat terbuka terhadap para pebisnis
asing yang dating ke negerinya. Para pejabat pemerintah di Cina memperlakukan
tamu-tamu laksana menyambut kedatangan raja-raja atau pahlawan. Mereka
menyambangi para calon investor langsung di bandara, kemudian mentraktir makan
di restoran nomor satu dengan menawarkan puluhan menu istimewa.
A.
Berbagai Ilmu yang Bermanfaat Lahir
di Negeri Cina
Untuk menuliskan berbagai macam
hasanah ilmu, kertas menjadi barang yang tidak bisa dipisahkan dari ilmu
pengetahuan. Kertas adalah media yang efektif untuk berbagai macam kepentingan
penulisan. Kertas pertama kali ditemukan oleh orang cina. Obat-obatan yang
sekarang dikembangkan oleh bangsa Eropa juga
pertama kali ditemukan oleh orang-orang Cina. Bangsa Cina banyak melahirkan
berbagai macam obat yang bisa digunakan sebagai penyembuhan berbagai penyakit
atau juga dalam merawat daya tahan tubuh. Tulisan tertua juga adalah tulisan
Cina. Bahwa tulisan merupakan wahana keilmuan yang semakin berkembang. Dengan
ditemukannya tulisan tertua tersebut menunjukkan bahwa Cina merupakan sebuah
bangsa yang telah maju ilmu pengetahuannya berabad-abad lalu.
Cina juga lebih dulu menemukan
teknologi pengolahan tanah di sektor pertanian. Dengan pengetahuan cara
pemanfaatan bisa membawa manusia lebih sejahtera karena ada hasil panen
pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam ilmu kelautan,
konon nenek moyang bangsa Cina pergi ke tanah Jawa dengan naik kapal Jung, yang
mereka sebut Wakang cun. Bagian kapal Wakang cun itu biasa mereka cat dengan
warna hijau. Apabila angin laut Cina Selatan sedang buruk, pelayaran ke Jawa
saat itu bisa memakan waktu sampai setengah tahun. Di jung-jung paling banyak
memuat sekitar 20 penumpang hanya tersedia beberapa guci air tawar.
Disamping kerja keras dan keuletan
perjuangan mereka dalam mengarungi laut, mereka telah dibekali pula ilmu
tentang pelayaran atau navigasi dan ilmu membaca bintang atau ilmu falak.
Fengshui atau ilmu tata letak rumah,
juga telah lahir di negeri Cina, adalah ilmu keseimbangan Chai (angin) di
lingkungan yang didiami. Pada fengshui diperlukan juga ilmu matematis yang
mengatur tata letak rumah dan kantor. Tujuannya menjadikan rumah nyaman untuk
ditempati dan memenuhi kelayakan Kesehatan. Fengshui sekarang telah banyak
dipengaruhi oleh nilai-nilai mistis saja, yakni lebih banyak bersifat ramalan
yang diwarnai klenik atau kemusyrikan. Ilmu strategi perang yang dikenal dengan
ajaran Sun Tzu juga juga terlahir pula di negeri ini.
B.
Sebagian Besar Orang Cina Kaya
Jika masuk ke
pemukiman yang banyak tersebar di negeri ini, terutama di wilayah perkotaan, akan
menemukan rumah-rumah yang mentereng, besar-besar dan bagus-bagus. Namun
apabila memasuki pemukiman muslim Nampak rumah-rumah yang beraneka ragam
termasuk rumah-rumah kumuh. Pengemis yang kita jumpai jarang berasal dari orang
Cina. Bahkan sampai saat ini jarang ditemukan penghuni kolong jembatan atau
para tunawisma. Hal tersebut merupakan realita.
C.
Muslim Harus Kaya Agar Bisa Berbuat
Banyak
Di Cina ada penggalan kalimat zhi
fu shi guangrong (jangan malu menjadi kaya, kejarlah kekayaan, dan
pamerkan kekayaan) yang jadi semboyan bangsa Cina. Semboyan tersebut sekarang
digelorakan di seantero negeri. Islam pun tidak mengajarkan ummatnya menjadi
miskin. Justru Islam mengajarkan agar ummat muslim berikhtiar menjadi ummat
yang kaya. Banyak sekali aktivitas ibadah dalam Islam yang membutuhkan dana
material. Islam tidak menghendaki ummat muslim hanya sedikit dalam berbuat
kebajikan. Bagi ummat Islam di dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam
pahala sebanyak-banyaknya dan kelak di akhirat adalah masa panennya. Artinya
ummat muslim harus kaya agar bisa berbuat banyak dan bermanfaat muslim yang
lain yang serba kekurangan.
Seorang muslim harus kaya karena
terkait dengan kewajiban membayar zakat, menunaikan ibadah haji, membantu
sesame yang membutuhkan, seperti melalui sedekah, infaq dan wakaf. Amal yang
banyak akan semakin baik. Tabungan amal shaleh yang banyak akan mengantarkan
kebahagiaan kelak di akhirat.
Jadi yang harus dijadikan motivasi
bagi seorang muslim untuk menjadi kaya adalah berbuat banyak bagi ummat sesuai
nilai-nilai syariat Islam. Adapun perilaku menumpuk-numpuk harta dan sombong
dengan kekayaan yang diperoleh, jangan sekali-kali menjadi motivasi bagi
seorang muslim dalam mengejar kekayaan.
Contoh sederhananya, yakni dengan
menunda-nunda ibadah haji meskipun telah mampu tiadanya alasan yang bisa
diterima oleh amal ibadah dengan alasan. Menunda-nunda tersebut sayang
mengeluarkan sejumlah uang guna menunaikan ibadah haji. Prinsip hidup yang
sudah merasa puas dengan telah terpenuhinya kebutuhan makan sehari-hari saja,
bukan prinsip hidup seorang muslim. Hidup bukan untuk makan saja, meskipun
makannya seorang muslim yang beriman bisa bernilai ibadah.
Lebih jauh dari itu, penegakan hukum
Allah di atas bumi ini membutuhkan pengorbanan harta kekayaan yang besar. Hal
tersebut merupakan tugas sekaligus PR bagi hidup seorang muslim yang beriman
kepada Allah dan hari akhir untuk diselesaikan. Dengan demikian banyak orang
Cina kaya dan berhasil dalam bisnis dari perspektif muslim adalah :
1. Adanya
himbauan Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina,
2. Pekerja
Keras
3. Tangguh, dan Pantang Menyerah,
4. Prihatin
sebagai motivasi Perjuangan,
5. Menjaga
Kepercayaan,
6. Saling mendukung,
7. Pernah
Tertekan dan Bangkrut,
8. Mentalitas
kaum perantauan,
9. Percaya
diri,
10. Semua
itu ada dalam etos kerja muslim.
11. Menyempurnakan
rahasia dengan nafas Islam.
12. Seimbang
dunia akhirat
Wallahu
A’lamu Bishshawab.
0 comments:
Posting Komentar